You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Bangsri
Desa Bangsri

Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

Sejarah Desa Bangsri

NURMA FITRIYA 03 Desember 2025 Dibaca 126 Kali

Pemdes, Bangsri - Desa Bangsri merupakan salah satu Desa yang berada wilayah Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo yang masyarakatnya mempunyai dengan karakter masyarakat sesuai adat timur yaitu sopan, beretika dan religius. Asal Usul Desa Bangsri bermula pada zaman Kerajaan Jenggolo atau yang lebih dikenal dengan nama Sidoarjo, yang dulunya rakyatnya hidup makmur dan berlimpah ruah, sebab wilayahnya yang subur gemah ripah loh jinawi. Tanaman padi, palawija, tampak menghijau menghiasi sawah dan perkebunan.

Pada suatu hari Sang Raja mengumumkan pada rakyatnya agar menyediakan kebutuhan-kebutuhan kerajaan, karena sebentar lagi raja akan mengadakan pesta perkawinan Pangeran Jenggala II. Hari pesta perkawinan pun tiba, seluruh rakyat jenggolo sibuk karena banyaknya tamu dari kerajaan-kerajaan lain. Meriahnya pesta terdengar ke seluruh negeri. Namun permaisuri raja melaporkan ada satu yang ketinggalan yaitu rangkaian kembang (bunga) untuk penghias. Raja pun menjadi gugup, kemudian raja mengutus dua petinggi kerajaan untuk mencari kembang (bunga). Berangkatlah dua orang bernama Ombong dan Broto. Dua hari kemudian orang tersebut kembali membawa kembang yang sangat indah dan harum baunya. Suasana pesta pun semakin ramai dan meriah dengan bau bunga. Selesai pesta rajapun bertanya pada dua orang utusan tersebut, darimana asal kembang tadi. Berangkatlah Raja ke tempat asal kembang (bunga). Karena tampak kembang-kembang (bunga) tumbuh liar. Raja pun menyuruh Ombong dan Broto merawat kembang-kembang di tempat itu.

Dua tahun kemudian sang Raja datang melihat tempat yang dirawat Ombong dan Broto, ternyata sudah selesai dan menjadi satu desa baru yang indah dan asri. Raja pun menyuruh Ombong dan Broto menetap dan menamakan tempat itu dengan nama Desa Kembang Asri. Kemudian banyak yang mengikuti jejak Ombong dan Broto, sehingga menjadi desa yang ramai. Konon selang beberapa Abad Belanda masuk ke Indonesia sampai ke desa Kembang Asri, rakyat mulai terpengaruh dengan tradisi baru dan desapun berubah nama menjadi Desa Bangsri. (nuf)

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image